MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara berkomitmen dalam upaya mendorong kemajuan Kecamatan Gunung Purei agar tidak lagi dipandang sebagai wilayah terpencil.
Hal itu diutarakan Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Gunung Purei di Lampeong, Kamis (5/2/2026).
Wakil Bupati mengatakan, posisi Gunung Purei sangat strategis karena menjadi pintu perbatasan Kalteng dengan Kaltim. Karena itu, wilayah tersebut harus didorong menjadi kawasan yang maju sekaligus menjadi wajah pembangunan Kalimantan Tengah di wilayah perbatasan.
“Gunung Purei tidak boleh selamanya dikenal sebagai daerah pelosok. Justru karena berada di wilayah perbatasan, kecamatan ini harus kita dorong menjadi etalase pembangunan dan kebanggaan Kalimantan Tengah,” katanya.
Maka dari itu, kawasan yang berbatasan langsung dengan Kalimantan Timur itu diharapkan mampu berkembang menjadi daerah yang membanggakan Provinsi Kalimantan Tengah.
Menurutnya, infrastruktur yang memadai menjadi kunci untuk membuka keterisolasian wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kalau akses terbuka, ekonomi akan bergerak, pelayanan publik meningkat, dan kesejahteraan masyarakat pasti ikut terangkat,” tegasnya.
Kendati demikian, dirinya juga menekankan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan melalui Musrenbang akan menjadi bahan penting dalam penyusunan program pembangunan Kabupaten Barito Utara ke depan, dengan tetap mempertimbangkan skala prioritas serta kemampuan keuangan daerah.
“Musrenbang bukan sekadar formalitas, tetapi forum penting untuk menentukan arah pembangunan. Apa yang diusulkan hari ini akan kita perjuangkan agar bisa direalisasikan,” tandasnya. (red)














